TANJUNG REDEB – SMAIT Ash-Shohwah kembali
mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dalam rangkaian
acara Program Pembentukan Karakter dan Jati Diri (PROKAJADI) yang bertempat di
Jalan Al-Bina, Pembangunan 1, Tg. Redeb, Berau, Kalimantan Timur, Kamis (2/8/2018).
Salah satu guru pembina prokajadi mengatakan kepada
wartawan sekolah bahwa kegiatan LDKS ini dilakukan selama tiga hari, dari hari
kamis hingga hari sabtu (2-4/8) kegiatan tersebut bertujuan membentuk karakter
siswa dalam hal menggali bakat kepemimpinan setiap siswa serta memupuk rasa
persaudaraan dengan rasa kebersamaan dan kekompakan.
Prokajadi merupakan salah satu program unggulan yang
diberlakukan oleh siswa baru. Program ini dilaksanakan sebelum masa
pembelajaran dimulai. Salah satu rangkaian acaranya ialah LDKS. Di hari pertama
LDKS, para peserta prokajadi memulai kegiatan dengan melaksanakan sholat shubuh
berjama’ah di Masjid Nurul Ilmi dan dilanjutkan dengan membaca al-matsurat
bersama. Setelah itu dilanjutkan dengan acara pembukaan yang di sampaikan oleh
kepala SMAIT Ash-Shohwah.
Menurut ustd Syapruddin, salah satu guru SMAIT
Ash-shohwah, bakat kepemimpinan, kerja sama tim serta mampu berkorban untuk
orang lain adalah karakter yang harus dimunculkan pada generasi millenial di
zaman ini.
Di hari kedua LDKS, para peserta diterjunkan ke Pasar
shubuh Adji Dilayas, guna untuk menumbuhkan rasa kepekaan terhadap lingkungan
sekitarnya. Disana mereka juga membantu para pedagang berjualan, mulai dari
membersihkan buah-buahan, mengupas jagung, hingga menjual kerupuk keliling
pasar. Tidak semua para pedagang menerima bantuan mereka. Bahkan beberapa dari
mereka menolak bantuan dari para siswa karna merasa tidak yakin dengan apa yang
akan mereka kerjakan.
“Kami merasa senang karna membantu orang lain. Walaupun
terkadang kami juga merasa kecewa dengan penolakan yang diberikan kepada kami.
Tantangan tersulit ketika disuruh mengangkat gerobak yang diisi buah-buahan
untuk dipindahkan ke dalam mobil. Tapi kami tak mempermasalahkan hal itu,
selama kami mengerjakan semuanya dengan ikhlas kami pun merasakan kebahagiaan
tersendiri.” Ucap Fadhillah, salah satu peserta LDKS.
Hari ketiga pada dini hari merupakan puncak LDKS. Mereka
dibangunkan jam 1 untuk memulai kegiatan jurit malam. Di jurit malam tersebut
dibagi 5 posko yang di masing-masing posko diberi berbagai tantangan. Seperti
di posko 2 mereka di pecah belah dengan tujuan melatih rasa kebersamaan untuk
mempraktekkan materi yang sudah diberikan sebelumnya.
“Saya bersyukur bisa mengikuti kegiatan LDKS ini. Karna
disini saya merasakan rasa pengorbanan, tanggung jawab, serta kebersamaan
bersama teman-teman disini. Selain itu di LDKS ini saya juga merasakan
perbedaan ketika saya mengikuti jurit malam di smp ataupun sma. Kalau smp saya
rasa jurit malamnya melibatkan fisik saja, tapi di sma melibatkan fisik juga
mental. Saya merasa terkesan karna setelah mengikuti kegiatan ini jiwa
kepemimpinan saya jadi semakin kuat, rasa tanggung jawab dan kebersamaan
menjadi lebih baik.” Ucap Thoriq, salah satu peserta LDKS.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar