PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - SMA Islam Terpadu Ash Shohwah resmi launching teater air di Aula SDIT Ash Shohwah, Sabtu (19/11) lalu. Teater kini menjadi ekstrakulikuler terbaru di sekolah ini.
Dalam sambutannya Pembina Teater Air yang juga Wakil Bagian Kesiswaan SMAIT Ash Shohwah, Ma'rifah, mengatakan launching Teater Air ini dilakukan untuk memperkenalkan Teater Air kepada masyarakat luas sekaligus sebagai bukti kesungguhan untuk terus belajar dan harapan agar kedepan Teater Air dapat menjadi wadah yang menampung banyak potensi dari siswa di SMAIT Ash Shohwah.
"Waktu antara pembentukan dan launching teater air ini sangat sebentar, tidak sampai satu bulan," ujarnya.
Menurut Ma'rifah, pemberian nama Teater Air dilakukan secara spontan antarapelaku, beberapa guru dan dirinya sebagai pembina.
"Kami tidak memerlukan waktu panjang untuk merumuskan nama teater di SMAIT Ash Shohwah, seluruhnya bersepakat teater ini diberi nama teater Air, karena air adalah sumber kehidupan, bahkan 70 persen kandungan dari bumi ini adalah air," ungkapnya.
Lanjut dia, air adalah makhluk Tuhan yang paling 'gila', paling yakin, paling optimistis dan paling percaya diri. Air dapat melubangi batu hanya dengan tetesan kecilnya yang kontinyu, dapat beradaptasi secara cepat juga dapat melalui celah-celah terkecil. Dengan penampakannya yang tenang dan lembut, air memiliki kekuatan maha dasyat yang tidak terbayangkan.
"Teater air ini tidak hanya lahir dari keterbatasan, tapi juga kesungguhan dan keyakinan. Saya berharap, orang-orang yang terlibat di dalamnya baik dari pembina, pelatih hingga pelakunya adalah mereka yang mempunyai sikap segila, seyakin, seoptimistis dan sepercaya diri air," pungkasnya.
Senada, Arman Dahlan, pelatih teater Air mengatakan turut mengapresiasi lahirnya teater Air sebagai salah satu wadah mengekspresikan seni dan bakat siswa-siswi di SMAIT Ash Shohwah.
"Teater adalah salah satu seni dengan penghayatan cukup tinggi. Sehingga jika digarap dengan baik, teater akan menjadi wadah yang efektif untuk membentuk karakter siswa, termasuk mengasah kepedulian sosial dan empati mereka" paparnya.
Menurut Arman, para pelaku teater harus dekat dengan realitas. mereka harus memiliki kemampuan memandang dan membaca banyak hal dengan cara memandang dan membaca orang banyak, namun di satu sisi mereka juga harus mampu menentukan sikap dan mengambil keputusannya sendiri.
"Teater harus dekat dengan realitas, jika tidak maka karya atau pentas yang dihasilkan tidak akan jauh dari kamarnya sendiri,” ujarnya.
Untuk itu, penting bagi siswa yang tergabung dalam teater agar open minded, banyak berjalan, belajar dan melihat realitas masyarakat dari berbagai sudut pandang kemudian memahaminya sebagai kenyataan yang ada di sekitar, ujar Arman yang sudah bertahun-tahun malang melintang di dunia perteateran Berau, khususnya teater Bumi.
Lulusan FKIP Unmul jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni ini juga berharap kedepan teater air ini mampu menjadi salah satu wadah penampung minat bakat siswa yang terus eksis karena kesungguhan dan keyakinannya, sebagaimana moto teater Air, Bersama mengalir dalam berkarya. (*/app)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar