PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dua pelajar serta satu guru asal Kabupaten Berau mewakili Indonesia sebagai peserta program South East Asian Youth Leadership Program ( SEAYLP) 2018 di Amerika Serikat (AS).
Mereka adalah Aurelia Desa Amarca, siswi Kelas XI IPA SMA 4 Berau, Habib Maulana, siswa Kelas X SMA IT Ash Shohwah, dan Ma'rifah, guru Matematika SMA IT Ash Shohwah. Ketiganya akan bertolak ke Amerika Serikat bulan ini dan kuliah selama lima pekan.
Pelajar dan guru asal Bumi Batiwakkal ini akan bergabung dengan enam peserta lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia untuk angkatan 2018.
Aurelia mengaku tidak menyangka bisa menjadi wakil Indonesia mengikuti SEAYLP di AS. Dara kelahiran Samarinda, 16 Juli 2001 ini, dikenal aktif dalam berbagai kegiatan. Tidak hanya organisasi internal sekolah. Namun juga organisasi eksternal, seperti OSIS, Pramuka, dan Green Generation Berau.
Ia mengaku tertarik mengikuti seleksi SEAYLP karena sejak SMP, dirinya ingin sekali ke luar negeri tapi tanpa mengeluarkan biaya sendiri. “Inilah kesempatannya,” terangnya.
Sementara Habib Maulana, mengaku telah mempersiapkan diri mengikuti seleksi setelah ada sosialisasi di sekolahnya. Pasalnya, remaja yang memiliki hobi memanah dan berenang ini memang terkenal lancar berbahasa Inggris.
Ma'rifah, satu-satunya guru dari Kabupaten Berau yang mengikuti kegiatan tersebut tak menyangka jika dirinya bisa lolos seleksi. Pasalnya, guru matematika di SMA IT Ash Shohwah ini harus bersaing dengan guru-guru lain se-Indonesia yang memiliki kompetensi lebih dalam bidang bahasa Inggris.
“Tapi saya teringat, prinsip sukses adalah kenali diri, kenali lawan, dan kenali medan, saya tahu kelemahan saya di antara saingan saya dan saya tahu orang Amerika itu lebih mengedepankan ide dan bukti,” ujarnya.
Guru yang memiliki hobi membaca dan travelling ini bersungguh-sungguh menunjukkan ide dan buktinya ketika mengikuti seleksi.
Ma'rifah menjelaskan pendaftaran SEAYLP dimulai dengan mengisi formulir identitas diri dan menjabarkan rekam jejak kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan terkait dengan fokus yang akan dipilih, termasuk misi apa yang akan dilakukan sepulang dari Negeri Paman Sam itu. Kemudian menjalani wawancara dengan pejabat Kedutaan Besar AS.
Dijelaskannya, program SEAYLP ini bertujuan membangun jiwa kepemimpinan generasi muda di ASEAN, mempererat hubungan antara Asia Tenggara dengan AS, perkenalan dan pengenalan budaya, serta membina generasi muda di kawasan Asia Tenggara yang akan menjadi pemimpin masa depan ASEAN.
Bupati Berau Muharram mengaku bangga dengan pencapaian Habib, Aurelia, dan Ma'rifah tersebut. Ia berharap, dalam kegiatan tersebut juga dipresentasikan potensi Kabupaten Berau. Sehingga Berau lebih dikenal hingga mancanegara yang kemudian berdampak terhadap potensi wisata dan investasi di Berau.(hms/asa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar