NPSN : 69902911

NPSN : 69902911
Alamat : Jl. Al Bina RT 15 Pembangunan 1, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur

Jumat, 23 Februari 2018

Siswa SMAIT Ash Shohwah Wakili Tiga Provinsi

Siswa SMAIT Ash Shohwah Berau, Abudzarr Alghiffary dipastikan mewakili 3 provinsi yakni Kaltim, Kalbar dan Kaltara pada lomba Musabaqoh Hifdzil Qur'an (MHQ) tingkat nasional. Acara tersebut akan digelar pada 14-16 November mendatang di Pondok Pesantren Darunnajah Jalan Ulujami Raya 86 Pesanggerahan, Jakarta Selatan.
Abudzarr akan mewakili tiga provinsi setelah sebelumnya berhasil lolos sebagai juara dua pada lomba serupa tingkat regional di Kutai Kartanegara (Kukar) pada 29 Mei lalu.
Abudzarr yang ditemui pada Sabtu (12/11) lalu, di sekolah sebelum mempersiapkan keberangkatannya mengatakan bersyukur atas karunia Allah yang luar biasa tersebut. 
Meskipun sebelumnya dia sempat tidak menduga lolos, namun berjanji akan mengusahakan yang terbaik.
"Saya bersyukur atas anugerah Allah ini. Tanpa pertolongan Allah,  tentu tidak mudah menghafal Alquran.  Untuk itu saya berjanji berusaha sebaik mungkin,” ungkapnya.
Sebagai satu-satunya putra daerah yang berhasil melenggang ke tingkat nasional, Abudzarr mengakui banyak pihak yang berperan dalam kesuksesan yang diraihnya, selain sekolah yang menempatkan tahfidz (menghafal Alquran)  sebagai salah satu mata pelajaran khusus dan wajib,  juga mengikuti bimbingan luar sekolah di lembaga Bimbingan Tahfidz Qur'an (BTQ) yang dipimpin oleh ustaz Topik Rezab, Lc secara intensif sejak 2013.
"Alhamdulillah selain menghafal Alquran,  setiap hari di sekolah sebelum memulai pelajaran dan mengakhirinya di sore hari, kami selalu muroja'ah Alquran (mengulang-ngulang hafalan), selain itu saya juga intensif menghafal dan menyetorkan hafalan di BTQ setiap habis magrib," paparnya.
Menurut Abudzarr menghafal Alquran itu tidak sulit, karena Allah yang menjamin bahwa Alquran mudah dihafal. Tapi ia mengakui akan sangat sulit bagi orang yang malas dan tidak konsisten.
"Alquran adalah kitab suci yang konsisten. Tidak ada satupun ayat yang berubah semenjak Alquran diturunkan. Jadi satu syarat penting bagi para penghafalnya adalah sikap konsisten," tegasnya.
Sementara itu Wakil Bagian Kurikulum SMAIT Ash-Shohwah, Ana Setyawati, M.Pd mengatakan SMAIT Ash Shohwah sebagai salah satu sekolah islam menekankan pembelajaran Alquran sebagai salah satu ciri khas sekolah.
"Untuk mapel (mata pelajaran) tahfidz metode pembelajarannya kita khususkan.  Tidak klasikal sebagaimana mapel lainnya, pembelajaran tahfidz dibuat dalam kelompok-kelompok kecil sesuai kemampuan siswa," jelas Ana.
Selain metode tahfidz per kelompok, guru pengajar juga lebih banyak.  jika mapel lain cukup 1 guru untuk 1 kelas,  tapi mapel tahfidz bisa mencapai 3 guru per kelas. Dan Abudzarr menurut Ana merupakan salah satu siswa yang kemampuan tahfidznya berada di grade atas bersama beberapa orang temannya yang lain. 
Jika target sekolah hanya 3-5 juz, tapi Abudzarr dan beberapa temannya mampu melebihi target, bahkan Abudzarr sudah pernah menghafal 30 juz dengan tajwid yang baik juga suara yang merdu,  hanya saja perlu terus diulang untuk mempertahankan dan memantapkan hafalan.
Senada dengan itu, Irmayanti, ibunda Abudzarr juga mengungkapkan kesyukurannya. Irma yang juga guru bahasa inggris di salah satu SMA di Berau mengaku ini adalah kali pertama Abudzarr mengikuti MHQ,  awalnya ketika sekolah menawarkan, hanya ingin coba-coba saja sehingga hanya mengambil kategori tahfidz golongan 5 juz. 
Namun menurutnya, yang terpenting baginya dan suami adalah anak-anak memiliki kemauan menghafal Alquran lillahi ta'ala karena mengharap rida Allah.  Sementara lomba dan kemenangan yang didapatkan hanya untuk memotivasi saja.
“Semoga anak saya dan teman-temannya mendapatkan kenikmatan sebagai penghafal Alquran yang Allah janjikan," ungkapnya penuh haru.
Selain itu, selaku orangtua Irma juga menyampaikan rasa terimakasih mendalam kepada Ustaz Topik Rezab dan istri selaku pimpinan BTQ yang telah mengajari Abudzarr untuk mencintai Alquran, juga tak lupa guru-guru di SMAIT Ash-Shohwah yang sudah mendidik dan memotivasi dengan landasan Alquran.
Adapun terlaksananya MHQ merupakan kerja sama yang dilakukan antara Pondok Pesantren (Ponpes) Ibadurrahman dan Ponpes Darunnajah Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Hamd bin Khalid Ali Tsani Qatar untuk meningkatkan semangat anak Indonesia dalan menghafal Alquran dengan total hadiah 130.000 USD, Umrah dan kunjungan ke Qatar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru