NPSN : 69902911

NPSN : 69902911
Alamat : Jl. Al Bina RT 15 Pembangunan 1, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur

Sabtu, 12 September 2020

BANGGA MENJADI HIJABBER


Oleh : Qotrunnada Khairunnisa (XII MIPA)

Menjadi wanita cantik adalah idaman. Setiap wanita umumnya ingin tampil sempurna. Penampilan muslimah akan sempurna jika ia sudah memenuhi semua syaratnya. Salah satu syaratnya adalah berhijab. Kewajiban berhijab itu dimulai saat wanita sudah baligh. Dilansir dari moeslimchoice.com dan gatra.com pada Kamis, 24 Oktober 2019, Senior Brand Manager Clear, Essy Prita Cinta, menyatakan bahwa pengguna hijab meningkat pesat. Jumlah hijabber di Indonesia tahun 2012 sekitar 47%, kemudian pada tahun 2018 melonjak hingga 72%. Perubahan yang sangat drastis bukan, apalagi tahun 2020 ini model hijab semakin fashionable, pastinya akan membuat semakin banyak orang yang terpikat dan ingin menjadi hijabber pula. Hijab adalah simbol keimanan, kehormatan dan pertaruhan antara jiwa yang taat dan tidak. Namun, mirisnya sekarang kita tinggal di era ketika jilbab berubah fungsi menjadi fashion yang sedang ngetren hingga melupakan syaratnya. Sebenarnya tidak masalah jika seorang muslimah mengikuti tren fashion asalkan sesuai dengan tuntunan syariat islam. Namun, faktanya banyak muslimah yang justru menjadi korban mode. 
Cobalah sekarang kawan semua bercermin. Mari kita teliti lagi, cek satu persatu. Sudahkah dipenuhi syarat pakaian muslimah yang benar? Apakah jilbabmu sudah terulur hingga ke dada atau masih berjilbab ala kadarnya? Apakah kainnya tebal atau tipis, setipis saringan tahu? Atau sudah berjilbab sesuai syariat tapi masih suka berkonde tinggi hingga lupa bahwa itu digambarkan seperti punuk unta?
Ingat dear, bahwa prinsip kita adalah “menutup” aurat bukan “membalut” aurat! Sebagai muslimah kita harus bersyukur dengan adanya perintah berhijab. Karena dengan berhijab berarti kita memelihara harga diri dan kemuliaan kita. Yuk dear, ketika kita sudah berniat berjilbab, jangan tanggung tanggung. Sempunakanlah! 
Berikut hal-hal yang dilarang dan harus segera diperbaiki dalam berhijab :
1. Lekuk Dada Terbuka
Fenomena berjilbab seperti ini sudah lazim kita temui. Padahal berjilbab dengan model seperti ini salah loh. Sebuah kesalahan yang dianggap benar. Apa sih salahnya? Yuk kita cek lagi perintahNya.
“.....Dan hendaklah mereka menutup kerudung ke dada mereka.”
(Qs. An-Nur [24] : 31)
Menutup dada dengan kain adalah perintah Allah yang tidak bisa ditawar lagi. Ingat ya dear dengan menyadari dan menuruti perintah Allah untuk mengulurkan kerudung hingga ke dada. Insya Allah penampilan kita tidak hanya rapi tapi juga mendapat pahala. 
Lantas apakah ada dampaknya jika kita masih berpenampilan seperti itu?
“Digantung dengan rantai api neraka dimana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberi panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia, dan api neraka ini, sangat memedihkan perempuan ini.” 
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bagaimana?? Mengerikan ya!! Yuk mulai sekarang pakailah jilbab yang menutup dada kamu secara sempurna, mari kita sayangi diri kita dari api neraka dengan mematuhi perinyahNya. 
2. Rambut Terlihat 
Rambut wanita termasuk perhiasan dan itu tidak boleh nampak. Ingat tidak boleh nampak baik itu keseluruhan maupun sebagian. Hal ini sering kali terjadi ketika menggunakan jilbab pendek dan ketika tidak memakai inner atau dalaman jilbab. Kudu hati hati ya, jangan sampai itu terjadi. Tapi nyatanya ada juga yang memang sengaja menampakkan sedikit rambutnya dan menjadi tren dikalangan anak muda dengan istilah jipon (Jilbab Poni).
Kain Tipis atau transparan
Mulai sekakarang kita juga harus peduli terhadap tebal-tipisnya kain yang kita gunakan. Jangan sampai kita berpakaian tapi aurat di baliknya masih tempus pandang. Berhati-hatilah dalam memilih kain maupun berpakaian. Agar kita tidak digolongkan wanita ahli neraka, yaitu golongan wanita berpakaian tetapi telanjang. Mulai sekarang jika memang harus memakai pakaian yang tipis pakailah manset lengan panjang yang tak senada dengan warna kulit. Karena warna kulit masih membuat kita tampak telanjang!
3. Punuk Unta
Sekarang banyak sekali yang berjilbab dengan gundukan di kepalanya. Bahkan di beberapa tutorial seringkali menyarankan untuk merapikan rambut dengan mengikatnya di atas kepala atau malah menggunakan ciput konde maupun ikat rambut bervolume. Model seperti ini memang akan membuat penampilan kita menarik, namun mirisnya seringkali kita tidak menyadari dengan memakai jilbab seperti itu kita bisa terancam menjadi penghuni neraka loh.. kita baca lagi ya hadist nya ;
Rasulullah saw. Bersabda, “Ada dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya, yaitu (1) suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang dipukulkan ke manusia, (2) perempuan-perempuan yang berpakaian (tetapi hakikatnya) mereka itu telanjang, (jalannya) lenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak perjalanan (sejauh) sekian..sekian.”. Dalam riwayat lain disebutkan, “Dan sesungguhnya harumnya tercium dari jarak perjalanan 500 tahun.” (HR.Muslim). 
Mari teman-teman mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati, jangan biarkan hal sepele menjadikan kita tidak terdaftar menjadi penghuni syurga dan jika ingin masuk harus terlebih dahulu dilempar ke peleburan dosa. Niatkan mulai sekarang berhenti bersanggul maupun memakai aksesoris yang membuat kepala terlihat seperti punuk unta.

#Gak Istiqomah
Selamat buat teman-teman yang sudah memakai jilbabnya dengan sempurna. Kalian luar biasa. Tapi ingat nih teman teman, ujian hijrah pasti akan menghampiri kita. Mungkin kita sanggup untuk memulainya tapi apakah kita mampu mempertahankan. Mampu istiqomah dengan jilbab kita. Jangan hanya ketika awal hijrah, jilbab kita panjang tapi tak lama kemudian makin naik dan pendek. 
Terutama saat-saat seperti ini kita melakukan pembelajaran online, guru sudah tidak bisa memantau seperti disekolah dan bahkan mungkin ada sebagian orang tua yang tidak terlalu peduli akan hijab. Disitulah ujian keimanan kita, apakah kita tetap komitmen dengan hijab kita? Apakah tetap taat dan disiplin dengan hijab kita?
“Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang aku cintai daripada kewajiban yang aku bebankan kepadanya. Dan senantiasa (terus-menerus istiqamah) hamba-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Baik itulah tadi hal yang wajib dihindari ketika berjilbab atau berhijab. Mari kita cermati lagi ketika kita akan memakai sesuatu yang sedang ngetren atau model terkini apakah sudah sejalan dengan definisi syar’i. 
Yuk tanamkan dalam hatimu “Aku bangga menjadi hijabber”. Mari kita sempurnakan cara berhijab mulai detik ini!

1 komentar:

Berita Terbaru